Sumber

• Pak Samino (Ketua Direkotrat Kesejahteraan Mahasiswa)
• Ibu Atun (Direktorat Keuangan)

Waktu : Senin, 12 February 2012 Pukul 08:30-009:30 WIB

Setelah melalui proses yang cukup berkelit, akhirnya ada kecerahan terkait masalah yang menjadi problematika hampir seluruh mahasiswa Bidik Misi UGM 2010 dan 2011.

Berikut adalah kesimpulan dari dialog saya dari kedua narasumber di atas.

  1. Uang beasiswa Bidik Misi saat ini masih belum sampai di Universitas Gadjah Mada. Hal ini disebabkan karena dana Kas Negara (yang dikelola oleh KPPN) baru bisa diambil hari ini oleh Direktorat Keuangan.
  2. Dana Bidik Misi yang merupakan dana Negara yang dikelola oleh KPPN (kantor Pusat Perbendaharaan Negara) mengalami keterlambatan akibat adanya kelambanan proses pencairan dana dari DIPA (daftar isian pencairan dana) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Pencairan ini membutuhkan pengesahan di Badan Anggaran di DPR. Di tahap ini lah masalah keterlambatan bermula. Dana sendiri baru disahkan oleh Menteri Keuangan pada tanggal 16 February 2012. Terlihat sudah cukup lama (saya sendiri juga merasa seperti itu). Akan tetapi permasalahan ini terjawab pada poin yang ke 3
  3. Dana setelah disahkan akan segera masuk dalam KPPN. Akan tetapi ada mekanisme pelaporan dan pertanggung jawaban yang cukup berkelit. Hal ini terutama disebabkan setiap alur memiliki proses yang cukup panjang. Termasuk diantaranya adalah laporan pertanggung jawaban per semester. Sebagai contoh, rekapitulasi Nilai mahasiswa Bidik Misi baru selesai dari semua fakultas hari jumat tanggal 9 lalu. rangkaian yang berkelit lainnya adalah butuhnya persetujuan dari seluruh pihak yang terkait sehingga (misalnya, harus tanda tangan sani sini) sehingga kemudian dana dari KPPN baru bisa diambil.
  4. Hari ini laporan pertanggung jawaban semua sudah selesai (alhamdulillah) sehingga sudah bisa diajukan ke KPPN. Insya Alloh hari ini dana dari KPPN sudah cair dan sampai di UGM dan masuk ke rekening Rektor. (saat saya berada di direktorat keuangan saya sempat melihat berkas yang dimaksud dan sudah siap dikirim).
  5. Dari Rekening Rektor ini kemudian akan dikelola lagi dan diserahkan ke rekening Direktorat Kemahasiswaan, hingga kemudian akan langsung diserahkan ke Bank Mandiri (angkatan 2010) dan Bank BRI (angkatan 2011).
  6. Estimasi waktu untuk proses ini adalah hingga hari rabu. Artinya maksimal hari Rabu (14 Maret 2012) dana sudah cair dan paling lambat insya Alloh hari Jumat (16 Maret 2012). Cepat atau lambat ini tergantung dengan pelaporan yang dilakukan oleh direktorat keuangan ke KPPN. Jika ada masalah maka mungkin agak sedikit terhambat. Jika tidak, insya Alloh sesegera mungkin.
  7. Dana yang diajukan oleh Universitas bersifat satu semester. Oleh sebab itu maka di awal semester genap akan sangat memungkinkan terjadi keterlambatan pencairan dana. Hal ini disebabkan pencairan dana sangat terkait dengan sistem Buka Buku APBN di awal tahun. Akan tetapi rasio keterlambatan pencairan dana di awal semester gasal lebih kecil.
  8. Pencairan dana bulan ini terhitung bulan Januari, Februari, dan Maret atau terhitung tiga bulan atau dengan nominal Rp. 1.800.000,00
  9. Atas diplomasi dari KAMADIKSI UGM, maka untuk mekanisme pencairan dana Bidik Misi UGM berikutnya insya Alloh dapat diusahakan perbulan dengan tanggal yang tetap/pasti.
  10. Akan segera dilakukan pembimbingan (atas rekomendasi KAMADIKSI UGM pula) terhadap seluruh mahasiswa Bidik UGM terkait : bagaimana cara mengelola uang yang baik, serta penjelasan alur pencairan dana. Ini adalah salah satu bentuk iktikad baik dari Direktorat Kemahasiswaan dan Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa serta pengurus KAMADIKSI UGM untuk TRANSPARANSI
  11. Dari Poin (1-3) maka ini menjawab argumentasi “pihak-pihak tertentu” terkait uang bidik misi yang ditumpuk untuk proses pembungaan BANK. Perlu diketahui, uang Bidik Misi tidak memberikan kebermanfaatn atau komis apa-apa untuk setiap elemen yang terkait dalam pencairan dana ini di Universitas Gadjah Mada
  12.  Bagi yang sudah benar-benar kehabisan dana untuk hidup selama seminggu ini silahkan hubungi Dirmawa, atau jika perlu pendampingan silahkan temui secara langsung ketua Kama Diksi Ugm, Ahmad Muhaimin Alfarisy untuk dibersamai menuju Dirmawa.
  13. Bagi yang tidak puas, silahkan temui ketua KAMADIKSI UGM secara langsung untuk berbicara langsung dengan pihak Dirmawa.